Jangan Iri, Lakukan ini Kalau Gaji Teman Lebih Tinggi

Hasil gambar untuk pakaian tenis wanita

Waktu kuliah dulu jadi pejuang kampus bersama. Ngerjain tugas bareng, begadang bareng, ujian skripsi bareng, lulus pun bareng. Rasanya gerbang masa depan baru berupa bekerja seperti bisa disongsong bersama-sama juga. Benar sih sama-sama kerja, tapi kok gajinya besar punya teman ya.

Apa yang salah, rasanya soal kerja keras tak kalah juga dibanding teman. Cita-cita mulia untuk berfoya-foya setelah punya uang sendiri kok jadi hal yang gak lagi menyenangkan. Sungkan gaji punya teman lebih tinggi, bukan kita yang mentraktir malah ditraktir teman terus.

Kalau dibiarkan berlarut-larut, perbedaan gaji dengan teman seperjuangan itu bisa bikin iri. Tapi daripada menghabiskan energi untuk iri, lebih baik lakukan hal ini saja :

  1. Buat tindakan yang cerdik, coba telusuri lagi apa peluang usaha buat menambah gaji pokokmu

Bersabar menghadapi suatu kondisi memang perlu. Harus ada yang tetap diingat, kalau kesabaranmu juga perlu diwujudkan menjadi sebuah aksi nyata. Bergeraklah langsung untuk menambah penghasilanmu. Zaman sekarang banyak cara untuk usaha. Bisa lewat shopping online, jadi dropshipper, jadi reseller, bisa juga buka kedai. Bingung mau buka usaha apa? Apa hobimu? Kalau kesukaanmu olahraga coba-coba saja usaha jual pakaian tennis wanita, jual tas basket, dan lain-lain. Suka kuliner? Bisa buat nugget ayam, kedai pisang cokelat.

Memulai usaha apapun itu, mau jual pakaian tennis wanita hingga punya kedai pisang cokelat intinya adalah telaten! Siapa tahu usaha yang kamu rintis kelak malah bisa melebihi gaji aslimu. Sedap gak tuh

  1. Bukan bermaksud mengajarkan buruk, tapi kalau memang keuangan masih pas-pasan jangan memaksakan diri untuk pacaran

Sering tak disadari, gara-gara urusan hati persoalan keuangan bisa morat-marit. Sekali pergi dengan si dia, sebut saja nonton atau makan di cafe, seminggu sekali (bahkan ada yang setiap hari), berapa uang yang harus dipakai. Bukan apa-apa nih, kan kalau masih ingin mengatur keuangan kenapa tak mencoba untuk memantapkan kondisi tabungan dulu?

  1. Jangan sampai memaksakan diri untuk mengikuti gaya hidup seseorang yang kondisi keuangannya di atas kita

Mengikuti gaya hidup orang lain saat keuangan kita belum siap itu sama dengan membunuh dirimu secra perlahan. Tak perlu iri dan memaksakan diri untuk menjadi seperti temanmu. Belajarlah untuk mengatur keuangan dengan lebih irit. Kemampuan untuk mengatur keuangan ini bakal sangat berguna untukmu di masa depan. Temanmu yang gajinya lebih besar belum tentu lho jago dalam mengatur keuangannya.

Hibur diri dengan cara-cara yang positif. Arahkan energi negatif jadi semangat yang lebih membangun. Rezeki tak akan salah posisi. Rezeki sudah ada yang mengatur. Kalau kamu terus berjuang siapa tahu kelak kamu bisa jauh mengunggulinya. Asal, jangan sampai berubah jadi sombong ya…

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *